Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Juli 2012

Pemburu Dan Petani


Ada dua orang sahabat yakni urub dan itan. Urub memilih menjadi pemburu dan itan memilih menjadi petani .penggarap. Kehidupan itan berlangsung dengan baik dan tenang. Setiap pagi pergi keladang, penghasilan cukup. Jika aturan dan prosedur kerja diikutinya, ia yakin jabatan dan penghasilan akan bertambah baik. Dalam keluarganya Itan sangat disegani karena punya status dan pekerjaan yang tetap.
Sedangkan urub mempunyai kehidupan yang tak pasti, kadang binatang buruan di dapatnya kadangkala tidak dan pulang dengan tangan hampa. Terkadang urub di cemooh karena terlalu mengambil resiko. Namun urub yakin bahwa suatu saat ia akan berhasil.

Kamis, 19 Juli 2012

Perangkap Tikus




Suatu ketika ada seekor tikus yang hidup di rumah seorang petani. Ia adalah seekor tikus kecil yang bahagia, sebab ia mendapat cukup banyak makanan. Sungguh bagus punya tikus di rumah, karena itu artinya kita tidak memerlukan penyedot debu. Biar si tikus yang memunguti remah-remah kecil dan mungil…,tapi itu kalau kita bisa melatih si tikus untuk mengambil remah di tempat yang benar. Ha ha ha.
 
Masalahnya, petani pemilik rumah tak pernah menyukai tikus itu. Suatu hari, ketika si tikus mengintip melalui retakan di tembok, ia melihat petani itu tengah membuka sebuah bungkusan. Saat ia melihat benda dalam bungkusan itu, ia ketakutan. Petani itu ternyata membeli sebuah perangkap tikus !

Begitu gegernya tikus itu sampai-sampai ia langsung menemui sahabatnya, Si Ayam, dan berseru, “Pak Tani beli perangkap tikus! Ini mengerikan! Ini bencana!”
Namun Si Ayam malah berkata,”Bukan masalahku. Tak ada hubungannya denganku, itu urusanmu, Tikus! Pergi sana!”

Tikus itu tidak mendapat simpati dari ayam, jadi ia pergi menemui sahabatnya yang lain, Tuan Babi. “Tuan Babi, Tuan Babi! Pak Tani beli perangkap tikus. Ini berita mengerikan, aku tidak tahu apa aku bisa tidur nyenyak malam ini! Aku dalam bahaya!”

Tuan Babi berkata ,”Gak ada urusannya denganku. Urusanmu! Perangkap tikus gak bisa menangkap babi. Kamu lagi sial saja, sana pergi!”

Tikus itu begitu kecewa dengan Tuan Babi, maka ia menemui sahabatnya yang lain , Nyonya Sapi.

“Nyonya Sapi! Tolonglah aku! Pak Tani sudah beli perangkap tikus! Aku begitu paranoid sekarang! Kamu tahu kan tikus biasanya lari kesana kemari dan tidak tahu lari menginjak apa. Aku bisa menginjak perangkap itu dan aku akan terbunuh…!”  

Nyonya Sapi berkata,”Wah, wah…Itu pasti karma dari kehidupan lampaumu…Tapi sayangnya, tidak ada hubungannya denganku.”

Tikus itu tidak mendapatkan simpati dari satu pun sahabatnya. Dengan muram, ia pulang ke liangnya. Malam itu, seekor ular menyusup ke rumah petani itu dan ekornya terkena perangkap tikus itu.

Ketika istri petani datang untuk memeriksa apakah perangkap itu sudah menangkap tikus, ular itu mematuk istri petani itu. Akibatnya, istri petani itu menderita sakit berat. Karena beratnya sakit sang istri, petani itu berpikir , “Apa ya yang bagus untuk orang sakit?  Aah … sup ayam!”

Maka petani itu mengambil ayam, memotong kepalanya, membuluinya, dan merebusnya menjadi sup untuk istrinya. Si ayam kehilangan nyawanya.

Istri petani tak kunjung sembuh. Sanak saudara berdatangan untuk memastikan apakah istri petani itu baik-baik saja. Karena banyak tamu berkunjung, petani tidak tahu harus menyediakan makanan dari mana buat mereka. Jadi ia menangkap si babi, menjagalnya, lalu menyajikan sosis dan ham untuk tamu-tamunya. Si babi pun kehilangan nyawanya.

Sekali pun telah melakukan segala upaya, istri petani malang itu meninggal jua. Karena ia meninggal – Anda tahu betapa mahalnya upacara pemakaman, maka petani harus memotong sapi dan menjual dagingnya untuk membayar biaya upacara. Jadi pada akhirnya, si ayam mati, si babi kehilangan nyawa, dan si sapi dijagal…. Semua ini karena perangkap tikus.

Jadi, itu bukan hanya masalah si tikus, tapi masalah semuanya.

Kita sering berpikir, “Ini tidak akan mempengaruhiku, tak ada urusannya denganku. Ini masalah orang lain.” Tapi kisah ini memberitahu kita :”Bukan! Ini bisa jadi masalahku juga.”
Itulah sebabnya mengapa kita harus saling menolong satu sama lain, walau kita tidak tahu bagaimana hal itu berakibat pada kita. Jika ada masalah dalam hidup Anda, mohon jangan berpikir bahwa ini masalah Anda, atau masalah dia. Alih-alih, pikirkan itu sebagai masalah kita, sebab kita semua berada di dalamnya bersama-sama, dan bagian yang indah dalam proses ini adalah berbagi dengan orang lain.

Kita akan menyelesaikan ini bersama-sama. Jika upaya kita berhasil dan mencapai akhir yang baik, luar biasa. Tapi meskipun tidak berhasil, hal yang penting adalah : kita bekerja bersama-sama. Pokok masalahnya bukanlah dalam menyelesaikan semua masalah kita, namun ada pada kenyataan bahwa kita tidak bekerja sama. Di situlah masalahnya.

Jika kita belajar untuk saling bekerja sama, kita akan memiliki kehidupan spiritual yang menakjubkan ini, dan kita tidak akan merasa begitu kesepian. Lalu, kita pun makin dekat dengan realitas bahwa kita semua ada dalam perahu ini bersama-sama. 

Rabu, 18 Juli 2012

Bungkus Atau Isi



Hidup akan sangat melelahkan, sia-sia dan menjemukan bila Anda hanya menguras pikiran untuk mengurus BUNGKUS-nya saja dan mengabaikan ISI-nya.
Bedakanlah apa itu “BUNGKUS” nya dan apa itu “ISI”nya.
“Rumah yg indah” hanya bungkusnya;
“Keluarga Bahagia” itu isinya.
“Pesta pernikahan” hanya bungkusnya;
“Cinta kasih, Pengertian, dan Tanggung jawab” itu isinya.
“Ranjang mewah” hanya bungkusnya;
“Tidur nyenyak” itu isinya.
Kekayaan itu hanya bungkus; “Hati yg gembira itu isinya”
“Makan enak” hanya bungkusnya;
“Gizi, energi, dan sehat” itu isinya.
“Kecantikan dan Ketampanan” hanya bungkusnya;
“Kepribadian dan Hati” itu isinya.
“Bicara” itu hanya bungkusnya;
“Kenyataan” itu isinya.
“Buku” hanya bungkusnya;
“Pengetahuan” itu isinya.
“Jabatan” hanya bungkusnya;
“Pengabdian dan pelayanan” itu isinya.
“Pergi ke tempat ibadah ” itu bungkusnya;
“Melakukan Ajaran agama itu isinya.
“Kharisma” hanya bungkusnya;
“Karakter” itu isinya.


print this page Print this page